Pencabutan Gigi Susu pada Anak

Gigi sulung atau gigi susu adalah gigi yang tumbuh pada usia anak. Seringkali gigi susu tidak mendapat perhatian penuh dari orang tua, hal ini berkaitan dengan pemikiran bahwa nantinya gigi susu akan diganti dengan gigi tetap sehingga banyak sekali anak yang mengalami kerusakan pada gigi susu dan terkadang kondisinya sudah cukup parah sehingga perlu dicabut.

Pencabutan gigi merupakan sebuah hal yang sangat menakutkan bagi sebagian besar orang, tidak hanya oleh anak-anak melainkan orang dewasa juga. Tetapi, terkadang jika keadaan gigi susu sudah tidak bisa dilakukan perawatan lain, maka gigi susu harus dicabut walaupun belum waktunya.

Berikut merupakan keadaan gigi susu yang sebaiknya dilakukan pencabutan:

  • Kerusakan yang luas akibat karies/ gigi berlubang yang sudah tidak dapat dilakukan tindakan penambalan lagi.
  • Gigi yang sudah sangat goyang
  • Gigi susu yang persistensi (gigi yang seharusnya sudah tanggal tetapi belum juga tanggal, namun gigi tetap penggantinya telah tumbuh)
  • Gigi susu yang menyebabkan ulkus atau sariawan
  • Gigi susu yang mengalami infeksi pada bagian periapical dan tidak dapat dirawat lagi.
  • Gigi susu yang mengalami impaksi atau gangguan pertumbuhan sehingga menghalangi tumbuhnya gigi tetap.

Jika gigi permanennya sudah siap tumbuh, biasanya gigi susunya menjadi sangat goyang. Untuk pencabutan giginya cukup dengan chlor etil yang memberikan sensasi dingin pada anak sehingga bisa mengurangi rasa tidak nyaman pada saat proses pencabutan gigi.  

 

                                                                                                     

                                                                                       Gigi susu yang sangat goyang karena gigi tetap sudah tumbuh

 

Namun pada beberapa keadaan, meskipun gigi permanennya sudah tumbuh, gigi susunya tidak kunjung tanggal. Hal ini yang kita kenal sebagai persistensi. Untuk mencabut gigi yang persistensi, tidak cukup hanya dengan menggunakan chloretil saja, melainkan harus menggunakan anastesi yang berarti harus dilakukan penyuntikan pada gigi anak. Tindakan pencabutan perlu dilakukan untuk menghindari susunan gigi yang tidak rapi pada gigi tetap.

 

Persistensi gigi sulung

                                                                                                         

Jika gigi susu ternyata harus dicabut berdasarkan rekomendasi dokter, maka diharapkan orang tua mampu mendukung anak agar berani ketika giginya akan dicabut. Hal ini untuk menghindari terjadinya gigi susu yang tidak jadi dicabut dan dapat membahayakan kesehatan anak tersebut karena anak enggan atau takut ketika giginya akan dicabut oleh dokter gigi. Untuk menghindari gigi sulung dilakukan pencabutan dini sebaiknya harus memperhatikan hal-hal berikut;

  • Mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula
  • Menghentikan kebiasaan minum susu dalam botol dot sampai tertidur
  • Membersihkan gigi setelah minum susu dengan berkumur air putih atau diseka dengan kasa steril yang dibasahi air hangat untuk bayi
  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi mengandung fluorideyang jenisnya sesuai dengan usia anak
  • Melakukan kontrol ke dokter gigi 6 bulan sekali.

 

Penting juga bagi orang tua, agar tidak menakut-nakutin anak dengan mengancam untuk mencabut gigi anak pada saat anak berbuat kesalahan, karena ancaman seperti ini yang akan menimbulkan rasa takut dan tentu saja akan menyulitkan untuk proses pencabutan gigi.

 


Print  

Related Articles

Perawatan Ortodonti

KARIES

KARIES

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut